Mengenal Lebih Dekat
PROFIL KELURAHAN
Identitas Kelurahan
Nama Kelurahan
Kelurahan Padengo
Kecamatan
kecamatan Kabila
Kabupaten
Kabupaten Bone Bolango
Provinsi
Gorantalo
Kode Pos
96115
Alamat
Visi & Misi
Visi
Terwujudnya Kelurahan Padengo yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera melalui pelayanan prima serta partisipasi aktif masyarakat.
Misi
1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
2. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan UMKM.
3. Memperkuat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas dan kebanggaan warga.
4. Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijak.
5. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan melalui program kolaboratif dengan masyarakat dan pihak terkait.
6. Membangun sinergi antara pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan kerukunan.
2. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal dan UMKM.
3. Memperkuat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas dan kebanggaan warga.
4. Mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijak.
5. Meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan melalui program kolaboratif dengan masyarakat dan pihak terkait.
6. Membangun sinergi antara pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga untuk menciptakan keamanan, ketertiban, dan kerukunan.
Sejarah Kelurahan
Terdengar Cerita daerah pedesaan yang subur, tumbuhan yang menghijau diatas tanah yang datar dan ditumbuhi pohon-pohon dan semak-semak yang masih lebat. Hiduplah sekelompok masyarakat yang rukun dan damai. Desa Padengo merupakan sebuah kampung yang definitif dengan kepala kampung pertama adalah Tulahima.
Sejarah Desa Padengo, berawal dari perjalanan Raja Liahudu dari Suwawa (Biluhudu) pada tahun 859 M. Perjalanan diawali dari kampung Biluhudu ke kampung Pangea. Dalam perjalanan tersebut dikisahkan pada suatu hari mereka kehujanan sehingga membuat pondok (banthayo Poboide) di kampung Boidu (Desa Tunggulo). Setelah hujan reda perjalanan dilanjutkan kembali sekitar 1 km. Dalam perjalanan pakaian yang mereka kenakan mulai kering (Peyapata Kiki), mereka berjalan terus sehingga sampai pakaiannya benar-benar kering (Peyapata Daa) di lokasi yang disebut Desa Tunggulo (Sampai). Seterusnya raja Liahudu melanjutkan perjalanan ke kampung Pangea, setibanya di tempat itu mereka merasa alam sekitarnya menjijikan sehingga kampung Pangea tersebut lebih kenal sebagai desa Lonuo.
Pada perjalanan berikutnya rombongan bertemu dengan kubangan babi sekarang desa Tamboo. Dalam perjalanan tersebut mereka kahuasan dan mencari sumber air ditemukanlah sebuah sumur tetapi tanpa timba untuk mengangkat air dari dalam sumur tersebut, disekitar sumur tersebut terdapat beberapa buah kelapa yang bentuknya tidak beraturan (Hi embe-embea) sehingga lokasi tersebut dikatakan Bongoime (sekarang desa Bongoime). Rombongan Raja Ilahudu melanjutkan perjalanan menuju tempat yang banyak ditumbuhi oleh tumbuhan Ilalang (Padengo). Dan tempat itulah yang sekarang menjadi Kelurahan Padengo.
Sejarah Desa Padengo, berawal dari perjalanan Raja Liahudu dari Suwawa (Biluhudu) pada tahun 859 M. Perjalanan diawali dari kampung Biluhudu ke kampung Pangea. Dalam perjalanan tersebut dikisahkan pada suatu hari mereka kehujanan sehingga membuat pondok (banthayo Poboide) di kampung Boidu (Desa Tunggulo). Setelah hujan reda perjalanan dilanjutkan kembali sekitar 1 km. Dalam perjalanan pakaian yang mereka kenakan mulai kering (Peyapata Kiki), mereka berjalan terus sehingga sampai pakaiannya benar-benar kering (Peyapata Daa) di lokasi yang disebut Desa Tunggulo (Sampai). Seterusnya raja Liahudu melanjutkan perjalanan ke kampung Pangea, setibanya di tempat itu mereka merasa alam sekitarnya menjijikan sehingga kampung Pangea tersebut lebih kenal sebagai desa Lonuo.
Pada perjalanan berikutnya rombongan bertemu dengan kubangan babi sekarang desa Tamboo. Dalam perjalanan tersebut mereka kahuasan dan mencari sumber air ditemukanlah sebuah sumur tetapi tanpa timba untuk mengangkat air dari dalam sumur tersebut, disekitar sumur tersebut terdapat beberapa buah kelapa yang bentuknya tidak beraturan (Hi embe-embea) sehingga lokasi tersebut dikatakan Bongoime (sekarang desa Bongoime). Rombongan Raja Ilahudu melanjutkan perjalanan menuju tempat yang banyak ditumbuhi oleh tumbuhan Ilalang (Padengo). Dan tempat itulah yang sekarang menjadi Kelurahan Padengo.
Struktur Organisasi
Lurah
NIP:
Sekretaris Lurah
Nama Sekretaris
Bendahara
Nama Bendahara
Kaur Umum
Nama Kaur